Ponsel “Doubao” Resmi Dijual: 380 Ribu Pemesanan, Harga Mulai 5.999 Yuan
Nubia NaviX Ultra—diklaim sebagai ponsel AI agent pertama di dunia—hadir dengan tombol AI ber-sidik jari dan asisten Doubao.
Ponsel yang dijuluki “ponsel AI agent pertama di dunia” akhirnya resmi dijual. Nubia NaviX Ultra—yang lebih dikenal sebagai “Ponsel Doubao” (豆包手机)—resmi diluncurkan pada 16 September 2026. Ponsel ini dikembangkan bersama oleh ZTE dan ByteDance, dan mengusung asisten AI Doubao versi konsumen sebagai nilai jual utamanya.
Harga dan Varian
Ponsel ini hadir dalam empat warna (hitam, merah muda, putih, biru) dengan tiga varian penyimpanan:
| Varian | Harga Resmi | Harga Setelah Subsidi Nasional |
|---|---|---|
| 12GB + 512GB | 5.999 yuan | 5.499 yuan |
| 16GB + 512GB | 6.499 yuan | — |
| 16GB + 1TB | 7.499 yuan | — |
Pemesanan di aplikasi JD.com telah menembus 380 ribu orang sebelum peluncuran resmi, meski total stok hanya sekitar 200 ribu unit—dengan pengiriman batch pertama di bawah 100 ribu unit. Sebagai perbandingan, generasi pertama Ponsel Doubao (akhir tahun lalu) dibanderol 3.499 yuan dan terjual habis 30 ribu unit pada hari pertama.
Empat Kemampuan Inti: “Mengerti, Bekerja, Mengingat, Aman”
Nubia merangkum kemampuan ponsel ini dalam empat dimensi: respons, eksekusi, memori, dan keamanan.
1. “Mengerti” (听得懂)
Tombol AI dengan pemindai sidik jari—pertama di industri—untuk membangunkan asisten dengan satu tekan. Model suara Seed full-duplex mendukung interupsi kapan saja dan percakapan berkelanjutan. Mendukung lebih dari 10 dialek, termasuk Kanton dan Hokkien.
2. “Bekerja” (能干活)
Satu perintah suara memicu tugas—tanpa klik berlapis. Saat ini memprioritaskan produk ByteDance (Douyin, dll.) plus beberapa aplikasi pihak ketiga. Tugas berjalan diam-diam di latar belakang, mendukung antrean dan penambahan permintaan.
3. “Mengingat” (记得住)
Dengan izin pengguna, ponsel mengingat preferensi dan kebiasaan, membangun basis memori pribadi. Simpan konten layar lewat perintah “catat” atau gestur geser tiga jari—sekali simpan, bisa diakses kapan saja.
4. “Aman” (够安全)
Tombol AI ber-sidik jari menjadi garis pertahanan pertama. Semua operasi agent dijalankan dalam kerangka otorisasi pengguna dan keamanan sistem, sesuai sertifikasi manajemen privasi pihak ketiga.
Spesifikasi Hardware
- Kamera: utama 200 MP, telefoto periskop 64 MP, ultra-wide 50 MP. Dilengkapi “AI Image Master” dengan fitur perintah suara untuk edit foto—cukup satu kalimat di galeri.
- Jaringan: sistem komunikasi “Star Dome” (星穹全域通信)—antena besar plus algoritma cerdas untuk memperkuat sinyal di lift, basement, dan kereta cepat, memastikan asisten AI selalu online.
- Chipset: Snapdragon 8 Elite generasi kelima.
- Memori: LPDDR5X hingga 10.667 Mbps dari ChangXin dan Samsung. Menurut ChangXin, ini adalah aplikasi massal pertama chip LPDDR5X 10.667 Mbps buatan Tiongkok.
Kenapa Orang Mau Beli Ponsel AI?
Bagi konsumen, daya tarik utamanya bukan harga—melainkan pengalaman interaksi baru yang menghemat langkah.
Seorang konsumen yang sering memakai ponsel untuk kerja dan urusan sehari-hari mengatakan asisten AI “kedengarannya cukup praktis”. Biasanya, mencari informasi, memesan tiket, atau membandingkan harga harus berpindah-pindah antar-aplikasi. Jika cukup mengucapkan kebutuhan dan ponsel yang mengerjakan, banyak waktu bisa dihemat—terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan operasi ponsel rumit.
Peneliti tamu Su Shang Bank, Xue Hongyan, menjelaskan:
“Dari sisi konsumen, pendorong utama orang membeli ponsel AI lebih kepada ‘pengalaman interaksi baru’ yang menghemat tenaga, bukan penghematan biaya. Harga ponsel AI biasanya lebih tinggi dari model biasa di kelas yang sama. Yang benar-benar menarik dompet adalah kemampuannya mewujudkan ‘bicara saja bisa beres’—memesan tiket lintas aplikasi, membandingkan harga, merapikan informasi—menghemat langkah dan waktu, terutama bagi lansia dan pengguna sibuk.”
Namun, ada juga konsumen yang ragu soal privasi. Seorang konsumen, Xiao Jiang, mengatakan AI yang bisa mengakses informasi di ponsel memang terasa praktis, tapi “masih agak tidak tenang”. Ia lebih peduli: kapan asisten akan memanggil data itu sendiri, apakah ia bisa tahu apa yang dilihat asisten, dan apakah bisa menghentikannya jika terjadi kesalahan operasi.
Isu Keamanan: Operasi Otomatis Aplikasi Pihak Ketiga
Keamanan operasi lintas aplikasi menjadi perhatian utama. Sebagian pengguna khawatir operasi otomatis lintas aplikasi bisa membocorkan data pribadi, terutama data pembayaran.
Tim asisten Ponsel Doubao menegaskan:
- Semua operasi sensitif memiliki ambang “konfirmasi manual”—pembayaran wajib dilakukan pengguna secara manual untuk menghindari kesalahan.
- Pengguna dapat mengatur sendiri izin—membatasi akses AI ke kontak, galeri, dan data pribadi lain.
- Semua catatan operasi dapat diperiksa dan dihapus kapan saja.
- Secara teknis, Doubao memakai enkripsi penyimpanan di sisi perangkat (端侧)—data pengguna diproses secara lokal, tidak diunggah ke cloud.
Doubao juga meluncurkan “Protokol Deklarasi Operasi Otomatis Layar” dengan masa publikasi aturan 30 hari. Menurut protokol ini, aplikasi pihak ketiga dapat mendeklarasikan sendiri batas operasi—menyatakan mengizinkan atau menolak operasi otomatis layar oleh asisten AI di dalam aplikasi mereka. Doubao menyatakan akan “menghormati kehendak pengembang” dan tidak akan melakukan operasi otomatis pada aplikasi pihak ketiga yang secara jelas menolak.
Namun, pendekatan Doubao yang mengakses ponsel dari lapisan bawah ini mendapat penolakan tegas dari Tencent. Ketua Dewan Tencent, Pony Ma (Ma Huateng), pernah menyatakan bahwa merekam layar ponsel dan komputer pengguna lalu mengunggahnya ke cloud lewat cara “cangkokan” (外挂) adalah “sangat tidak aman dan tidak bertanggung jawab”—Tencent “menentangnya dengan tegas”.
Konteks Regulasi dan Persaingan
Pada 15 Juli, Administrasi Cyberspace Tiongkok (国家网信办) merilis daftar baru layanan AI generatif di sisi perangkat—7 layanan terdaftar, termasuk Apple Intelligence, Huawei Xiaoyi, vivo BlueHeart, Xiaomi HyperOS, dan model besar Ponsel Doubao Nubia. Sehari kemudian, Nubia resmi memperkenalkan ponsel AI agent pertamanya. Awal September, ponsel hasil kerja sama ZTE–ByteDance ini resmi mendapat izin jaringan dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT).
Saat ini, semua produsen ponsel utama global telah membangun ekosistem layanan tertutup dengan asisten suara mereka sendiri—menguasai hak distribusi trafik ekosistem dan dominasi model bisnis layanan masa depan. Ke depan, ekosistem perangkat cerdas Tiongkok diprediksi makin beragam. Ponsel AI Doubao, sebagai produk pertama yang beralih dari proof-of-concept ke komersialisasi skala besar, harus bernegosiasi ulang aturan distribusi trafik, data, dan konversi bisnis di tengah internet mobile yang terpecah oleh aplikasi super.
Penutup: Itu dia gambaran peluncuran Ponsel Doubao (Nubia NaviX Ultra)—ponsel AI agent pertama yang resmi dijual dengan harga mulai 5.999 yuan dan 380 ribu pemesanan. Dengan kemampuan “bicara saja bisa beres”, ponsel ini menawarkan pengalaman baru yang menghemat langkah—tapi juga memunculkan pertanyaan besar soal privasi dan batas operasi lintas aplikasi. Apakah ini awal era “ponsel AI-native”, atau masih sekadar niche untuk pencoba awal? Waktu yang akan menjawab.



