Sun Ziqi: Dari Lapangan Hijau ke Layar Lebar, Dedikasi di Balik Layar Kung Fu Women’s Football
Nama Sun Ziqi (nama asli Sun Zhiqi) mungkin masih asing bagi sebagian pecinta film, tapi bagi penggemar sepak bola wanita Indonesia, ia adalah sosok yang menarik. Mantan pemain Dalian ini tidak hanya membawa pengalaman profesionalnya ke film terbaru Stephen Chow, Kung Fu Women’s Football, tapi juga berkontribusi besar di balik layar.
—
Di Balik Layar: Bukan Sekadar Pemain, Tapi Konsultan Lapangan
Peran Sun Ziqi dalam film ini jauh lebih dari sekadar memerankan karakter “Yan Shu”. Dengan latar belakangnya sebagai atlet profesional, ia terlibat aktif dalam proses produksi, terutama dalam adegan-adegan pertandingan. Beberapa kontribusi nyatanya:
· Pelatih teknis untuk para aktor: Ia membantu para pemain utama, termasuk Zhang Xiaofei dan Dilraba Dilmurat, dalam menguasai gerakan dasar sepak bola yang realistis. Mulai dari kontrol bola, umpan, hingga teknik shooting, semua dilatih agar terlihat natural di layar.
· Konsultan koreografi pertandingan: Adegan pertandingan dalam film tidak hanya mengandalkan efek visual. Sun Ziqi membantu menyusun formasi dan gerakan-gerakan yang benar-benar terjadi di pertandingan sungguhan, sehingga adegan terasa lebih autentik dan tidak dibuat-buat.
· Tanpa pemeran pengganti untuk aksi sepak bola: Salah satu fakta menarik, Sun Ziqi melakukan semua adegan sepak bola sendiri—mulai dari sprint, dribbling, hingga tendangan keras—tanpa menggunakan stuntman. Kemampuan teknisnya yang mumpuni membuat sutradara percaya penuh padanya.
· Menciptakan atmosfer pertandingan nyata: Ia juga membantu para aktor non-pesepak bola merasakan suasana pertandingan sesungguhnya—tekanan, kelelahan, dan euforia di lapangan—sehingga emosi yang ditampilkan lebih hidup.
Menurut tim produksi, kehadiran Sun Ziqi sangat berharga karena ia menjadi “jembatan” antara dunia olahraga dan perfilman, menjadikan adegan sepak bola dalam film ini salah satu yang paling meyakinkan dalam sinema Asia.
—
Mantan Pesepak Bola Profesional: Prestasi yang Tak Diragukan
Sebelum terjun ke dunia akting, Sun Ziqi adalah atlet berbakat yang sudah menorehkan banyak prestasi:
· Lahir di Dalian, Liaoning, ia masuk ke tim junior Dalian melalui seleksi ketat sejak usia muda.
· 2012–2014: Membawa timnya meraih tiga kali juara berturut-turut di Kejuaraan Olahraga Provinsi Liaoning.
· Juara ketiga di Kejuaraan Nasional U12–U18 Sepak Bola Wanita.
· Juara ketiga di Olimpiade Pemuda 2015.
Di lapangan, ia bermain sebagai gelandang sayap atau penyerang—posisi yang mengandalkan kecepatan, akselerasi, dan kemampuan membaca taktik. Instingnya di lapangan menjadi modal besar saat ia harus membawakan peran sebagai pemain sepak bola di film.
Meski kini telah pensiun dari kompetisi profesional, kecintaannya pada sepak bola tak pernah padam. Ia masih rutin bermain 3–5 kali seminggu di waktu luang, dan bahkan pernah tampil dalam acara realitas kebugaran The Unstoppable di iQIYI.
—
Kreator Douyin: Membawa Semangat Sepak Bola Wanita ke Generasi Baru
Setelah pensiun, Sun Ziqi tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia justru memanfaatkan media sosial untuk terus memperjuangkan olahraga yang dicintainya:
· Akun Douyin “Sun Ziqi” menjadi wadahnya berbagi konten seputar sepak bola wanita—mulai dari tips latihan, kisah perjuangan atlet, hingga ajakan bagi gadis-gadis muda untuk berani bermain sepak bola.
· Ia aktif menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya olahraga pria, dan dengan gaya yang santai serta dekat dengan anak muda, ia berhasil menarik perhatian banyak pengikut.
· Melalui konten-kontennya, ia juga membagikan pengalaman berharga selama syuting Kung Fu Women’s Football, memberikan perspektif unik dari seorang atlet yang merasakan langsung bagaimana proses pembuatan film bertema olahraga.
· Baginya, menjadi kreator adalah cara baru untuk “tetap di lapangan”—tidak lagi mencetak gol, tapi mencetak inspirasi bagi generasi berikutnya.
—
Kesimpulan
Sun Ziqi adalah contoh nyata bagaimana seorang atlet bisa bertransformasi tanpa kehilangan jati dirinya. Di Kung Fu Women’s Football, ia bukan sekadar aktor pendukung, tapi juga arsitek di balik layar yang memastikan setiap tendangan, setiap peluit, dan setiap sorak sorai terasa nyata. Di luar film, ia tetap menjadi duta sepak bola wanita melalui konten-kontennya di Douyin.
Perjalanannya mengingatkan kita: sepak bola tidak pernah benar-benar ditinggalkan—hanya berganti bentuk. Dan Sun Ziqi memilih layar lebar serta media sosial sebagai lapangan barunya.
